Suatu hari seorang wanita mendatangi rumah Al Imam Fakhrul Wujud Syeikh
Abi Bakar bin Salim Ra. Maksud kedatangan wanita itu , adalah untuk
memberikan semangkuk bubur gandum kepada Al Imam. Ia telah membuat
bubur tersebut semalam suntuk, khusus untuk diberikan kepada Al Imam.Ketika wanita itu sampai di depan pintu rumah Al Imam, maka penjaga pintu berkata : " Ibu mau kemana?".
Wanita itu berkata : "Aku ingin menghadiahkan semangkuk bubur ini untuk Al Imam Syeikh Abi Bakar bin Salim !".
Maka penjaga itu berkata :
"Wahai ibu, lebih baik makanan ini anda sedekahkan saja kepada para fuqara', karena setiap harinya di dapur Al Imam selalu dipenuhi dengan sembelihan kambing dan berbagai macam makanan yang dimasak setiap harinya !".
Wanita
itu pun merasa kecewa, namun menyadari apa yang telah dikatakan oleh
penjaga itu, karena pastilah semangkuk bubur itu tidaklah ada artinya
bagi Al Imam Fakhrul Wujud.
Ia pun kemudian pergi, meninggalkan rumah Al Imam.
Ia pun kemudian pergi, meninggalkan rumah Al Imam.
Al Imam Fakhrul Wujud adalah seorang yang memiliki firasat yang sangat tajam, dan disaat itu Al Imam Fakhrul Wujud sedang duduk bersama para tamunya. Tiba2 saja Beliau keluar dan berlari untuk mengejar wanita yang tadi mendatangi rumahnya, seraya memanggil : "Wahai ibu ! wahai Ibu ! apa yang engkau bawa?".
Penjaga pintu itu kaget dan terheran, karena baru pertama kali ini ia melihat Al Imam berlari.
Maka ibu itu berkata : "Wahai Imam , aku membawa semangkuk bubur ini, yang kubuat semalaman, hanya untuk kuberikan kepadamu, namun penjagamu mengatakan bahwa semangkuk bubur ini, tidak lah berarti untukmu, karena di dapur rumahmu telah dipenuhi banyak sekali makanan yang lebih baik. Maka sebaiknya bubur ini kusedekahkan saja kepada fakir miskin !".
Al
Imam Fakhrul Wujud berkata : "Wahai Ibu , maafkanlah penjaga pintu itu,
karena ia tidak tau kesukaanku. Ketahuilah ! Tidak ada hadiah yang
lebih membuatku gembira, selain hadiah bubur darimu ini, semoga Alloh
membalas kebaikanmu !".
Al Imam Syeikh Abi Bakar bin Salim pun menerima makanan itu dengan gembira lalu Beliau memberikan kepada wanita itu, 1000 dinar".
Wanita itupun berbunga2 hatinya, bukan karena uang 1000 dinar yang ia terima, tapi karena Al Imam mau menerima hadiah darinya yg tidak seberapa.
Al Imam Syeikh Abi Bakar
bin Salim kembali kepada penjaganya dan berkata : "Tahukah Engkau bahwa
ibu itu telah bersusah payah membuatkan makanan ini untukku, walaupun
hanya sedikit !, maka seperti itulah keadaanku di hadapan Allah SWT.
Yang mana aku telah beribadah semampuku namun tidak ada artinya di
hadapan Allah, dan jika Engkau mengusir ibu itu , bagaimana jika
nantinya jika aku terusir dari rahmat Allah?"





