Monday, October 19, 2015

Khalifah Abu Bakar Ash Siddiq



Beliau bernama asli Abdul Ka’bah,  Putera dari Abu Quhafah bin Amin. Garis keturunannya bertemu dengan garis keturunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam pada Murrah bin Ka’ab.

Abu Bakar dilahirkan dua tahun setelah peristiwa penyerbuan ka’bah yang di lakukan oleh pasukan gajah yang dipimpin Abrahah. Dengan demikian beliau lebih muda dua tahun dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. 

Dalam adat masyarakat Arab sebelum datangnya islam, mereka yang memiliki banyak anak laki-laki  dan kaya raya akan tergolong keluarga yang terhormat. Sedangkan sahabat Abu bakar tidaklah termasuk keluarga besar dan tidak pula berasal dari kaum yang kaya raya. Namun berkat kerja keras beliau, ia akhirnya menjadi seorang saudagar yang kaya dan tinggal di lingkungan masyarakat  yang terpandang.

Dengan keberhasilan yang ia raih, tidak menjadikan Abu Bakar mempunyai sifat-sifat buruk seperti kebanyakan masyarakat arab waktu itu. Sebaliknya, Abu Bakar terkenl dengan sifatnya yang ramah-tamah, suka bersilaturrahmi dan senang menjamu para teman-temannya yang berkunjung ke rumahnya. Sehingga ia memiliki banyak sahabat dari berbagai kalangan. 

Abu Bakar termasuk golongan orang pertama yang masuk islam. Tepatnya orang ke empat yang masuk islam setelah Khadijah, Ali dan Zaid. Tanpa ragu beliau menerima seruan islam yang di bawa oleh nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dengan sepenuh hati. Seruan dan ajaran Islam yang di ampaikan oleh Nabi pada awal islam adalah tentang keimanan kepada Allah dan akhlaq yang baik.

Setelah masuk islam nama Abdul ka’bah diganti oleh Nabi menjadi Abdullah. Sedangkan Abu Bakar adalah nama yang diberikan kaum islam kepadanya. Abu berarti bapak, dan Bakar berarti segera. Hal itu karena beliau termasuk orang yang segera masuk islam. Sedangkan Ash Siddiq (yang membenarkan) adalah gelar yang diberikan kepadanya karena beliau adalah orang yang selalu membenarkan Nabi dalam semua hal. Termasuk orang yang pertama kali membenarkan peristiwa isra’ mi’raj yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasalla.
Dalam menjalani kehidupannya setelah masuk islam, sahabat Abu Bakar termasuk orang yang selalu membela Nabi muhammad Shallallahu alaihi wasallam ketika menerima perlawan dari kaum kafir quraish yang membenci dakwah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Pembelaan sahabat Abu Bakar tercermin dalam berbagai kejadian, diantaranya :

1.      Ketika Nabi sedang shalat, tiba-tiba Uqbah bin Abi Musith datang dan menjerat beliau sehingga Nabi terjatuh dan tak berdaya. Melihat perlakuan tersebut sahabat Abu Bakar langsung menyergap Uqbah dan segera menolong Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

2.      Setelah peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami Nabi Muhammda Shallallahu alaihi wasallam. Beliau segera menyampaikan kepada masyarakat arab. Sebagian ada yang mempercayai dan sebagian ada yang mendustakan. Bahkan kaum kafir menjadikannya kesempatan untuk menggoyahkan kaum muslimin. Mereka segera mencari Abu Bakar dan memneritakan peristiwa yang disampaikan oleh Nabi.

Mereka berkata “ Hai Abu Bakar! Sesungguhnya temanmu mengatakan bahwa tadi malam ia pergi ke Baitul Maqdis, kemudian naik ke langit dan sekarang sudah kembali ke Makkah. Apakah kamu mempercayainya?”

Abu Bakar balik bertanya, “ Siapakah yang menceritakannya?” 
Mereka menegaskan, “ Muhammad, teman dekatmu itu !”

Kalau benar dia yang mengatakan, aku membenarkannya! Bahkan yang lebih aneh dari itu pun pasti aku benarkan juga.” Jawab Abu Bakar dengan tegas. 
Mendengar jawaban itu, kecewalah kaum kafir Quraish.

3.      Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam memerintah para sahabat untuk hijrah ke Madinah, Nabi meminta sahabat Abu Bakar untuk menunda keberangkatannya guna menemani Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan bersabar menunggu waktu yang tepat untuk berangkat bersama dengan Nabi. Ketika waktu yang ditunggu-tunggu sudah tiba, sahabat Abu Bakar bersegera berangkat bersama Nabi. Keduanya tidak langsung menuju Madinah, tetapi bersembunyi  terlebih dahulu di Gua Tsur. Abu bakarlah yang terlebih dahulu masuk Goa dan memerikasa keamanan goa itu, mengatur persediaan makanan, menyiapkan kendaraan serta menyediakan petunjuk jalan yang berpengalaman melalui jalur lain guna menghindari perlakuan yang tidak diinginkan dari kaum kafir quraish.
Dan masih banyak lagi bukti pembelaan Abu Bakar Ash Shiddiq kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam



0 comments:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com