Beliau bernama asli Abdul Ka’bah, Putera dari Abu Quhafah bin Amin. Garis
keturunannya bertemu dengan garis keturunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi
wasallam pada Murrah bin Ka’ab.
Abu Bakar dilahirkan dua tahun setelah peristiwa penyerbuan
ka’bah yang di lakukan oleh pasukan gajah yang dipimpin Abrahah. Dengan
demikian beliau lebih muda dua tahun dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi
wasallam.
Dalam adat masyarakat Arab sebelum datangnya islam,
mereka yang memiliki banyak anak laki-laki
dan kaya raya akan tergolong keluarga yang terhormat. Sedangkan sahabat
Abu bakar tidaklah termasuk keluarga besar dan tidak pula berasal dari kaum
yang kaya raya. Namun berkat kerja keras beliau, ia akhirnya menjadi seorang
saudagar yang kaya dan tinggal di lingkungan masyarakat yang terpandang.
Dengan keberhasilan yang ia raih, tidak menjadikan Abu Bakar
mempunyai sifat-sifat buruk seperti kebanyakan masyarakat arab waktu itu.
Sebaliknya, Abu Bakar terkenl dengan sifatnya yang ramah-tamah, suka
bersilaturrahmi dan senang menjamu para teman-temannya yang berkunjung ke
rumahnya. Sehingga ia memiliki banyak sahabat dari berbagai kalangan.
Abu Bakar termasuk golongan orang pertama yang masuk
islam. Tepatnya orang ke empat yang masuk islam setelah Khadijah, Ali dan Zaid.
Tanpa ragu beliau menerima seruan islam yang di bawa oleh nabi Muhammad Shallallahu
alaihi wasallam dengan sepenuh hati. Seruan dan ajaran Islam yang di ampaikan
oleh Nabi pada awal islam adalah tentang keimanan kepada Allah dan akhlaq yang
baik.
Setelah masuk islam nama Abdul ka’bah diganti oleh Nabi
menjadi Abdullah. Sedangkan Abu Bakar adalah nama yang diberikan kaum islam
kepadanya. Abu berarti bapak, dan Bakar berarti segera. Hal itu karena beliau
termasuk orang yang segera masuk islam. Sedangkan Ash Siddiq (yang membenarkan)
adalah gelar yang diberikan kepadanya karena beliau adalah orang yang selalu
membenarkan Nabi dalam semua hal. Termasuk orang yang pertama kali membenarkan
peristiwa isra’ mi’raj yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi
wasalla.
Dalam menjalani kehidupannya setelah masuk islam, sahabat
Abu Bakar termasuk orang yang selalu membela Nabi muhammad Shallallahu
alaihi wasallam ketika menerima perlawan dari kaum kafir quraish yang
membenci dakwah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Pembelaan
sahabat Abu Bakar tercermin dalam berbagai kejadian, diantaranya :
Mereka menegaskan, “ Muhammad, teman dekatmu itu !”
Mendengar jawaban itu, kecewalah kaum kafir Quraish.
Dan masih banyak lagi bukti pembelaan Abu Bakar Ash Shiddiq kepada Nabi
Muhammad Shallallahu alaihi wasallam







0 comments:
Post a Comment