Tuesday, October 20, 2015

Kisah di Ciptakannya Nabi Adam


Allah Swt. Menciptakan Nabi Adam dari tanah seperti dalam firman-Nya:
“(ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat “ sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah” (QS Shad: 71)
Atthin (tanah) telah menjadi salah satu dari periode hamaim masnun (lumpur hitam yang dibentuk). Tanah liat yang dimaksud ini serupa dengan tembikar. Sebagaimana dalam Al-Qur’an Surat Al-Rahman:14, “ Dia telah menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.”  Kemudian pada tanah ini Allah tiupkan ruh (ciptaan)Nya. 

Nabi Adam a.s kemudian diturunkan ke bumi dan diberi amanah untuk menjadi Khalifah yang pertama di muka bumi. Allah juga memberikan tanggung jawab untuk beribadah kepada Allah Swt.
Para malaikat yang diciptakan dari cahaya melihat bentuk Adam a.s yang terbuat dari tanah. Menurut mereka hanya akan melakukan kerusakan dimuka bumi serta pertumpahan darah yang akan menjauhkan dari misi ibadah kepada Allah Swt. Seperti disebutkan dalam QS. Al-Baqarah:30
Allah maha mengetahui segala sesuatu. Dia menganugrahi Adam a.s ilmu, akal, dan keinginan. Sehingga Adam a.s menjadi lebih baik dari para malaikat untuk mengemban amanah ini.
“Dan dia mengajarkan kepada Adam as. Nama nama (benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepadaku nama-nama benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar” (QS Al-Baqarah:31)
Allah pun menunjukkan kelebihan Adam a.s dalam soal ilmu. Lalu Adam a.s menyebutkan semua nama-nama benda yang di minta Allah. Para malaikat kemudian megakui kelemahan mereka dihadapan Allah Swt.

Dalam mengemban tugasnya di bumi. Nabi Adam as. Tak luput dari pertolongan dan bantuan Allah Swt. Dalam segala urusan. Allah menciptakan semua makhluk-Nya untuk kemaslahatan Adam as. Ditundukkan hewan, diciptakan laut dan sungai, dibentangkan gunung-gunung dan dipegannya langit agar tidak jatuh ke bumi dengan izin-Nya. 

Mengingat semua makhluk tunduk kepada Adam as. Maka Allah memerintahkan pula para malaikat untuk tunduk dan bersujud kepada Adam a.s. tentu saja sujud ini bukanlah sujud sebagai penghambaan diri, karena sujud dalam hal penghambaan diri hanyalah semata-mata kepada Allah Swt. Sujud ini mengandung makna menghormati dan memuliakan Adam a.s. Hal ini semata hanya untuk mematuhi serta tunduk kepada perintah Allah Swt. Maka malaikatpun melakukan apa yang diperintah Allah Swt.

Adapun iblis, ia membangkang perintah Allah. Karena kesombongannya, Ia menolak untuk bersujud kepada Adam a.s. Iblis menganggap bahwa dirinya lebih baik dari daripada Adam a.s. dengan alasan ia diciptakan dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Allah Swt. Menolak alasan yang dikemukakannya, mengusirnya dari surga serta melaknatnya hingga hari Kiamat. Karena di surga tidak ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.
“maka keluarlah kamu dari surga, sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.”

Iblis lalu meminta keringanan kepada Tuhannya untuk menangguhkan kehidupannya ( tidak mematikan ia dan keturunannya) hingga datangnya hari kiamat. Dan bersumpah demi kemuliaan Allah untuk menyesatkan anak keturunan Adam a.s. Allah pun menerangkan kepadanya bahwa ia tidak akan bisa menguasai (menyesatkan) hamba-hambanya yang ikhlas.

0 comments:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com