Thursday, November 5, 2015

Kisah Syeikh Abi Bakar bin Salim dengan Seorang Ibu

Suatu hari seorang wanita mendatangi rumah Al Imam Fakhrul Wujud Syeikh Abi Bakar bin Salim Ra. Maksud kedatangan wanita itu , adalah untuk memberikan semangkuk bubur gandum kepada Al Imam. Ia telah  membuat bubur tersebut semalam suntuk, khusus untuk diberikan kepada Al Imam.

Ketika wanita itu sampai di depan pintu rumah Al Imam, maka penjaga pintu berkata : " Ibu mau kemana?".
Wanita itu berkata : "Aku ingin  menghadiahkan semangkuk bubur ini untuk Al Imam Syeikh Abi Bakar bin Salim !". 

Maka penjaga itu berkata :
"Wahai ibu, lebih baik makanan ini anda sedekahkan saja kepada para fuqara', karena setiap harinya di dapur Al Imam selalu dipenuhi dengan sembelihan kambing dan berbagai macam makanan yang dimasak setiap harinya !".

Wanita itu pun merasa kecewa, namun menyadari apa yang telah dikatakan oleh penjaga itu, karena pastilah semangkuk bubur itu tidaklah ada artinya bagi Al Imam Fakhrul Wujud.
Ia pun kemudian pergi, meninggalkan rumah Al Imam.

Al Imam Fakhrul Wujud adalah seorang yang memiliki firasat yang sangat tajam, dan disaat itu Al Imam Fakhrul Wujud sedang duduk bersama para tamunya. Tiba2 saja Beliau keluar dan berlari untuk mengejar wanita yang tadi mendatangi rumahnya, seraya memanggil : "Wahai ibu ! wahai Ibu ! apa yang engkau bawa?".

Penjaga pintu itu kaget dan terheran, karena baru pertama kali ini ia melihat Al Imam berlari.
Maka ibu itu berkata : "Wahai Imam , aku membawa semangkuk bubur ini, yang kubuat semalaman,  hanya untuk kuberikan kepadamu, namun penjagamu mengatakan bahwa semangkuk bubur ini, tidak lah berarti untukmu,  karena di dapur rumahmu telah dipenuhi banyak sekali makanan yang lebih baik. Maka sebaiknya bubur ini kusedekahkan saja kepada fakir miskin !".
 

Al Imam Fakhrul Wujud berkata : "Wahai Ibu , maafkanlah penjaga pintu itu, karena ia tidak tau kesukaanku. Ketahuilah ! Tidak ada hadiah yang lebih membuatku gembira, selain hadiah bubur darimu ini, semoga Alloh membalas kebaikanmu !".

Al Imam Syeikh Abi Bakar bin Salim pun menerima makanan itu dengan gembira lalu Beliau memberikan kepada  wanita itu, 1000 dinar".
Wanita itupun berbunga2 hatinya, bukan karena uang 1000 dinar yang ia terima, tapi karena Al Imam mau menerima hadiah darinya yg tidak seberapa.

Al Imam Syeikh Abi Bakar bin Salim kembali kepada penjaganya dan berkata : "Tahukah Engkau bahwa ibu itu telah bersusah payah membuatkan makanan ini untukku, walaupun hanya sedikit !, maka seperti itulah keadaanku di hadapan Allah SWT. Yang mana aku telah beribadah semampuku namun tidak ada artinya di hadapan Allah, dan jika Engkau mengusir ibu itu , bagaimana jika nantinya jika aku terusir dari rahmat Allah?"

Saturday, October 31, 2015

Tangisan Suci Baginda Nabi


Suatu ketika Sayyidina Husein kecil mendatangi ibundanya, Sayyidah Fathimah, sembari menangis ia berkata.
“Bundaku, Kakek (Nabi Muhammad SAW) lebih mencintai kakakku Hasan daripada aku.”

“Mengapa duhai anakku..?” tanya Sayyidah Fathimah penuh kelembutan.

“Kakek senantiasa mengecup bibir Hasan sedangkan Kakek hanya mencium leherku.” ujar Sayyidina Husein kecil.

Segera Sang Ibunda membawa kedua anaknya menghadap Rasulullah SAW dan
menceritakan keluhan anak tercintanya itu.

Sembari menatap tajam dan lama, Rasulullah SAW pun berkata,
”Anakku Fatimah, Hasan memang selalu ku kecup bibirnya, lantaran kelak ia akan wafat diracun oleh orang terdekatnya, dan seluruh isi perutnya akan terburai keluar lewat mulutnya. Sedangkan engkau wahai Husein..”

Sambil menatap Sayyidina Husein lama sekali, Rasulullah SAW tidak bisa meneruskan ucapannya, dan akhirnya Beliau SAW pingsan beberapa saat.

Setelah tersadar Beliau SAW kembali menatap Sayyidina Husein sambil terus menangis berguncang dadanya, lantas berucap,
“Sedangkan engkau, Husein.., sering kali kucium lehermu karena engkau akan meninggal syahid dengan keadaan terpisah kepala dari jasad.”

Dan saat itu, keadaan rumah mungil yang penuh cahaya Surgawi itupun pecah oleh Tangisan Suci Rasulullah Saw, Sayyidah Fatimah dan kedua Cucu Beliau SAW.

Friday, October 30, 2015

Kisah Habib Sholeh bin Mukhsin Al Hamid dan Rumahnya

Mengisahkan tentang Habib Sholeh Tanggul tidak bisa lepas dari karomahnya yang begitu banyak. diantaranya adalah Kisah Habib Sholeh bin Mukhsin Al Hamid dan Rumahnya. Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid adalah seorang wali qutub yang lebih dikenal dengan nama HabibSholeh Tanggul.

Dalam khalwatnya, Al Habib Sholeh bin Mukhsin Al Hamid menangis terus, tidak pernah keluar dari kamarnya, dan meminta petunjuk kepada Allah swt. Saat itu rumahnya masih sangat sederhana, terbuat dari bilik bambu.

Padahal sudah banyak habaib, saudara, orang-orang kaya, datang kepadanya untuk membongkar rumahnya, tapi beliau tidak pernah mau.
Alasannya, "Jangan dibetulkan! Jangan diapa-apakan! Biarka saja, saya takut Rosulullah SAW tidak datang lagi ke tempat ini.
Saya setiap hari berjama'ah sholat lima waktu dengan Rosulullah SAW dirumah ini, Jangan dibongkar rumah ini.

Khalwatnya itu berlangsung selama kurang lebih 7 tahun.
Hingga suatu saat beliau mendapat isyarat dari Rosulullah SAW agar menziarahinya di Madinah.

Thursday, October 29, 2015

istri adalah titipan ilahi

"Kalau Istri hanya sekedar dijadikan sebagai kesenangan,

Kekuatan cinta ibu kepada anaknya


Alkisah, hiduplah dua suku di pegunungan Andes. Satu suku tinggal di lembah-lembah, sedangkan suku yang lain tinggal di atas gunug. Suatu hari, suku gunung menyerang suku lembah dan menjarah seluruh isi desa. Mereka menculik seorang bayi dari salah satu keluarga suku lembah dan membawanya ke atas gunung.

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com